Laman

Selasa, 02 Agustus 2016

Pembinaan Kelas XI IPA 2

Sebagai murid kelas XI IPA 2, kami awalnya masih ragu pada saat  masuk sekolah apakah kami benar-benar telah  memilih jurusan terbaik bagi kami. Ditambah dengan suasana kelas yang baru yang dan beberapa teman belum pernah kami kenal sebelumnya, kami mencoba untuk berbaur dengan mereka dan berusaha mengkondisikan keadaan kami dengan kelas baru kami.

Awalnya kami sangat takut untuk berkenalan dengan teman yang lain, tetapi seiring berjalannya waktu dan beberapa kejadian tertentu kami mulai mengenal mereka satu per satu.

Kami merasa sempat berkecil hati karena kelas kami penuh dengan anak-anak yang jenius, kami merasa kami tidak pantas berada di kelas tersebut karena kami merasa kami biasa-biasa saja.

Dilain sisi, pembinaan dari ibu Yanti sebagai wali kelas XI IPA 2 tampaknya cukup efektif untuk mempersatukan kita dengan sifatnya yang sabar dan baik hati.

Kami sebagai murid sangat senang mendapat pembinaan dari guru yang baik seperti bu Yanti, kami merasa sangat tertolong dengan setiap pembinaan tersebut karenanya kami sekarang dapat berbaur dengan baik di kelas kami

Pembinaan di pacet adalah salah satu momen yang paling menyenangkan bagi kami karena kita dapat saling mengenal dalam perjalanan sambil menikmati pemandangan yang indah.

Kami disana juga melakukan beberapa games seperti bermain TTS, memasukkan benang ke jarum dan lain lain. Begitu banyak pelajaran yang kami dapatkan disana walaupun kami hanya sebentar saja di Pacet.

Materi pembinaan cukup menarik walaupun dari pandangan kami banyak anak yang bosan dengan materi tersebut tetapi kami rasa bila di tambah dengan games yang lebih seru mungkin anak-anak bisa lebih termotivasi dan senang.

Kebersamaan kelas XI IPA 2 saat pembinaan

Pengalaman TIK Selama di SMA SANTA MARIA

Selama belajar di SMA Sanmar, pelajaran tentang teknologi informasi masih belum diajarkan dengan maksimal.

Di kelas 10 kita lebih banyak mempelajari teori dan jarang menggunakan media computer yang telah disediakan. Memang dari segi materi akan sulit untuk mempraktekan materi tersebut, tetapi pada saat memasuki materi praktek, kesempatan tersebut belum digunakan secara maksimal.

Selain itu tugas praktek yang diberikan cenderung menyuruh murid untuk mengerjakan soal dibanding mengeksplor kreativitas siswa.

Sekarang,sekolah SMA Santa Maria Surabaya sudah menyediakan berbagai Fasilitas yang begitu memadai. Salah satunya adalah dalam bidang Teknologi Informasi seperti LCD Projektor di setiap kelas, Speaker, Lab Komputer dan Bahasa, WiFi, Barcode scan di perpustakaan dan yang terbaru saat ini adalah alat SMART yang digunakan untuk absensi dan sistem SMILE. Salah satu fasilitas teknologi informasi yang memancing perhatian saya adalah SMILE atau Santa Maria Interaktif  Layangan Edukasi karena dengan fasilitas ini kita bisa melakukan banyak hal seperti, mengetahui nilai, mengetahui daftar kehadiran siswa, pengumuman seputar sanmar, profil sanmar, dan foto-foto seputar kegiatan di sanmar, dan yang tak kalah menarik yaitu adanya permainan yang dapat dimainkan dengan alat tersebut.

Disamping itu sistem SMILE  kurang sering digunakan karena 1. Pengunjung dari luar tidak diberikan tanda bahwa perangkat itu ditujukan untuk publik. Bagi siswa untuk mengecek nilanya, perangkat public tampak kurang cocok, karena bagaimana pun, nilai bagi siswa masih dipandang sebagai bagian dari privasi siswa. 

Menurut kami fasilitas yang ada di Sanmar sangatlah bermanfaat dalam kegiatan proses belajar mengajar.

Pemanfaatan LCD projektor di kelas





Ini Adalah Cerita Kami

Audrey Donabella Eugenia O.L

Hello readers, nama saya Audrey Donabella dari SMA Santa Maria Surabaya. saat ini saya akan berbagi kisah inspiratif singkat tentang diri saya dan semoga saja cerita singkat yang saya sampaikan ini dapat menjadi panutan atau inspirasi bagi para readers.

Dulu, sebenarnya saya adalah seorang anak yang kurang percaya diri dan pemalu. Ya, itu merupakan salah satu kelemahan saya. Kelemahan saya tersebut membuat saya menjadi takut dan grogi saat berbicara di depan orang banyak. Jadi, setiap kali saya maju ke depan kelas biasanya badan saya jadi bergetar, jantung berdebar kencang atau bisa saja saya langsung lupa dengan materi yang sedang saya bicarakan di depan kelas alias ngeblank mendadak. 

Jujur saja, saya dulu paling tidak suka dengan presentasi, debat, pidato, dan lain lain yang berhubungan dengan berbicara di depan orang banyak, aneh kan? Seiring dengan berjalannya waktu, ada saat dimana saya sangat kesal dengan diri saya dan saya membayangkan apa yang terjadi bila saya takut  berbicara di depan umum. Suatu mimpi yang buruk bukan? Lalu, Bagaimana cara menyikapinya?

Salah satu cara yang saya pakai adalah saya mencoba untuk percaya pada Tuhan dan kepada diri saya sendiri bahwa sebenarnya saya mampu. Seiring berjalannya waktu, saya mulai sedikit demi sedikit berani berbicara di depan umum. Dengan dukungan teman dekat  dan orang tua saya,  saya mulai termotivasi untuk berubah menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. Saat saya berada di kelas XI saat ini, saya sudah tidak takut dengan yang namanya maju ke depan. Satu lagi jangan lupa untuk berdoa kepada Tuhan atas apa yang telah Ia berikan kepada kita. Semoga cerita yang saya sampaikan ini dapat berguna bagi Readers. THANK YOU and God Bless You...

TRUST YOURSELF AND BE THE BEST YOU CAN BE!!!

Fabian Brahma

Hai web readers, saya Fabian Brahma dari SMA Santa Maria Surabaya membawakan informasi bagi anda semua. Kali ini, saya akan berbagi kisah inspiratif yang diangkat dari kisah nyata. Sebuah kisah tentang anak kecil yang kehilangan semua yang ia sayangi….. . Maaf, rupanya saya tidak ditugaskan untuk membuat novel pemenang penghargaan, sebaliknya saya akan bercerita tentang pengalaman yang tidak kalah memotivasi hidup anda dari seseorang yang… pada dasarnya bukan siapa-siapa. 

Seorang siswa menengah atas yang hanya berani berbicara kepada orang tuanya sendiri dan menghabiskan waktu liburnya tidur terlentang di atas kasur kesayangannya. Ya, “figur motivasi” tersebut adalah saya sendiri. Maaf telah mengecewakan anda.

16 Desember 2015, adalah hari dimana akabri berulang tahun. Tetapi di hari ini juga saya telah menghadapi ketakutan terbesar saya. Tetapi sebelumnya, mari kita mundur sejenak seminggu sebelumnya. Jadi, pada saat liburan natal 2015, orang tua teman saya memaksa saya secara “halus” untuk mengikuti sebuah seminar yang bertempat di Lembang, Jawa Barat. Saya sendiri sejujurnya tidak ingin untuk mengikuti seminar tersebut, tetapi berhubung orang tua teman saya sudah mendaftarkan diri saya TANPA sepengetahuan saya, ya apa boleh buat. Lagipula dia sendiri yang menanggung semua biaya penerbangan dan seminar bilingual tersebut, paling tidak saya mendapat liburan gratis dan tidak perlu berbaring di atas kasur kesayangan saya.

Singkat cerita saya sampai di tempat seminar yang diselenggarakan di hotel (sekaligus tempat kita menginap) dan bertemu banyak remaja. Sangat banyak, sekitar 200 remaja dengan berbagai umur, dari murid SMP hingga perguruan tinggi. Kebanyakan dari remaja tersebut berasal dari Ibukota, yang terkenal lancar dengan bahasa Inggrisnya. Tentu saja saya tidak mau kalah dan sedikit unjuk gigi mencoba membuka perbincangan dengan bahasa Inggris, kepada anak SMP yang bermuka “innocent”. Dia menjawab bahwa ia bernama Kevin, dalam aksen Real British sambil membenarkan grammar saya… Saya hanya bisa diam tertegun sambil perlahan berjalan mundur menjauhi dia.
Setelah menjalani dua dari lima hari seminar tersebut berlangsung, ternyata seminar tersebut tidak seburuk yang saya bayangkan. Pembawa seminar yang asyik, teman-teman yang gokil (kecuali Kevin), makanan yang enak, dan beberapa remaja cantik untuk ditaksir. Saya juga beremu dengan remaja lain dari broken family dan orang tua yang abusive, yang menurut saya sangat inspiratif betapa kuatnya ia menghadapi permasalahan tersebut. Di lain sisi, materi dari seminar tersebut untuk menjadi sukses, diantarkan dengan sangat baik melalui games-games yang membentuk teamwork, ajang bakat, bahkan kita diberikan test akhir tentang materi yang diberikan sebagai syarat bukti telah mengikuti seminar tersebut.

Di hari terakhir, setelah test akhir, penyelenggara seminar secara diam-diam juga mengundang para orang tua masing-masing peserta seminar. Kemudian, para orang tua diberi tahu tentang apa saja yang telah kami pelajari selama lima hari tersebut. Lalu  seperti seminar lain, peserta seminar diberikan kesempatan untuk “berpidato” dan menceritakan tentang komitmennya. Dan coba tebak siapa yang pertama menjadi relawan? Ya, Kevin. Saya tentu ingin maju ke depan dan membanggakan orang tua saya, tetapi di dalam lubuk hati saya, ada rasa takut yang sangat besar untuk berbicara di depan 400 orang. Jangankan berbicara di publik, berbicara di depan kelas saja masih tergagap-gagap.

Selagi saya menghadapi perang batin tersebut, ternyata si pembawa seminar sudah menawarkan relawan terakhir. Saya dalam keadaan bingung lantas mengacungkan tangan tanpa pikir panjang dan lari ke atas podium. Saya mengambil mic dan menatap para orang tua. Kesalahan terbesar dalam hidup saya…. Keringat dingin mengucur dari dahi saya yang diterangi oleh lampu podium, tak satu kata pun terpikirkan dalam benak saya, seluruh ruangan hening bagaikan kumpulan singa siap menerkam mangsanya. Saya membuka mulut saya dan dengan dramatis megucapkan, “Tes.” Kesalahan terbesar kedua dalam hidup saya. Seluruh ruangan tertegun sambil menahan tawa. Saya melirik Kevin tertawa dengan mata sinisnya. Oke, saya menutup mata, dan mencoba menenangkan diri saya. Secara ajaib, tiba-tiba saya dapat bercerita dan mengungkapkan semua yang saya pikirkan. Para orang tua mulai bertepuk tangan dan saya melihat orang tua saya berdiri dengan raut wajah yang bangga.

Sejak saat itu, saya melihat dunia dengan berbeda, bahwa dunia tidak dapat berubah seperti yang anda inginkan, dan anda lah yang harus berubah, sesulit dan sekeras apapun perubahan itu berlangsung. Manusia dapat bertahan hidup sampai saat ini dengan cara tersebut. Mungkin beberapa peristiwa memang memilukan, tetapi selama anda memiliki dorongan untuk terus maju, hidup akan berjalan dengan baik.

Terima kasih bila anda sedang membaca bagian ini, karena itu berarti anda sudah meluangkan waktu anda yang sangat berharga demi membaca artikel buruk saya dan mohon maaf bila ada kata-kata yang tidak pantas dari artikel yang memang tidak pantas untuk dibaca di atas. Selamat menikmati hari anda dan sampai jumpa. Cheers!

Giovellino Marthiens

readers semua, mungkin saya disini tidak akan menuliskan begitu banyak, saya hanya akan menuliskan beberapa motivasi kecil bagi kalian.

Kalian pasti pernah mengalami masa-masa yang sulit bukan? Mulai dari masalah di sekolah bahkan masalah yang lebih serius. Saya disini ingin memotivasi kalian agar dapat menghadapi berbagai masalah tersebut.

Yang pertama kalian harus lakukan adalah yang pasti Percaya kepada Tuhan-Mu. Jika kamu memiliki masalah di sekolah karena pembullyan jangan bersedih, tersenyumlah terus walaupun itu sulit tetapi coba pikirkan hal ini kira-kira apakah kalian pernah berpikir kenapa mereka membully kalian? Kalian pasti berpikir karena aku jelek, aku gendut, aku kurus dan lain-lain. Nyatanya hal itu salah mereka semua membully kalian mungkin  di lihat dari luarnya karena mereka melihat hal-hal tersebut tetapi sebenarnya mereka membully kalian karena kalian tidak sama dengan mereka karena kalian berbeda jadi mereka membullymu agar dengan harapan engkau bisa sama seperti mereka, tetapi jangan coba-coba untuk menjadi seperti mereka jadilah dirimu sendiri, kau itu special dank arena itu kau berbeda dari mereka seperti bunga di taman semuanya berwarna kuning sedangkan kau berwarna merah sendiri tetapi kau lebih indah dari yang lainnya karena kau berbeda oleh karena itu jangan pernah berkecil hati. Begitu juga dengan sekolahmu mungkin kau merasa aku bodoh aku tak pantas untuk sekolah, jangan berpikir seperti itu mungkin saja nilaimu di sekolah biasa saja tetapi bisa saja di masa depan engkau menajdi orang sukses karena masa depanmu tidak di tentukan oleh sebuah angka tetapi masa depanmu itu di tentukan oleh pilihan dan kemampuanmu sendiri oleh karena itu jangan pernah berkecil hati.


Always be happy and doing it all with your heart!


Katherine Octavia

Salah satu kelemahan saya adalah terkadang saya tidak bisa mensyukuri apa yang saya miliki.namun terkadang saya berpikir,banyak orang lain yang lebih kurang beruntung daripada saya.

Saya memiliki mulut dan bisa berbicara,namun saya sering menyombongkan diri dan menghina orang lain,saya mempunyai tangan namun saya kurang menggunakan tangan tersebut untuk memuji Tuhan,saya memiliki kaki namun saya jarang pergi ke gereja. Ada sebuah kata dari nick vujicic,seorang pria yang tidak memiliki tangan dan kaki sejak lahir. Kata-kata tersebut adalah "Di dalam hidupku aku berharap punya tangan, punya kaki, punya ini, punya itu, itu semua tidak membantu. Di dalam hidup ada beberapa prinsip salah satunya adalah bersyukur". Kata-kata tersebut sangat menginspirasi saya dan setelah saya mendengar kalimat tersebut,saya merasa sangat bersalah karena tidak mempergunakan apa yang saya punya dengan baik untuk memuji Tuhan.